entah apa yang saya pikirkan ketika jumat melewati jalan itu.
perasaan saya sudah memiliki feeling yang aneh. pikiran yang ngaco dan serba dalam ketakutan...
ketika itu saya memiliki janji makan bersama dnegan teman sekamar saya, namun kami bertemu di baso favorit, karena dia harus ke panti anak jumat siang.
hari itu terlihat cerah, dan sedikit berawan. aneh biasanya saya keluar membawa payung kuning namun kali ini tidak.
pikiran tanpa sebab, ketakutan yang tidak jelas menyelimuti saya, jalan kaki dan tatapan mata saya seperti kosong. di benak saya cuma terfikirkan kenangan saya mengantarkan dia setelah sampai di kost lalu balik lagi ke baso favorit. kenangan di antara jalan kost tazkia dan harmony.
di sana saya ingin melupakan kenangan ini, melupakan dengan berjalan pelan2 namun pasti, ketika saya menyebrang jalan saya harus siap melupakan kenangan itu, namun teman sekamar saya belum muncul juga. saya terhenti di baso favorit dengan keputusan yang mengambang...
lalu saya menyadari akan hadirnya gerimis, waktu saya menunggu untuk menyebrangpun akhirnya di batalkan dengan mengambil payung di kost. kalo di artikan saya belum siap untuk melupakan kenangan ini..
lalu saya tidak menyadari, saya menyadari lebih jelas kejadian ini setelah hari sabtu.
ketika saya selesai mengambil payung dan balik menuju baso favorit saya sudah tidak memikirkan untuk melupakan kenangan itu, karena saya belum siap. saya jalan seperti biasa dan menyebrang juga, karena teman saya sudah menunggu di sebrang jalan..
klo di artikan ketika saya menyadari saya tidak bs melupakannya dan saya tidak terfikirkan untuk melupakannya lagi (jalan ke baso favorit) dan akhirnya melupakannya (menyebrang karena ada temen). ya saya harus melupakannya.
saya harus melupakannya dalam keadaan saya belum siap melupakannya dan ketika tidak akan terfikirkan klo saya harus melupakannya dalam waktu singkat ini..
saya tidak tau kenapa saya selalu menyambung2kan kehidupan saya dengan aspek di pikiran saya sebagai filosofi. yang pasti sekarang saya memang seharusnya tidak memikirkan dia lagi..
perasaan saya sudah memiliki feeling yang aneh. pikiran yang ngaco dan serba dalam ketakutan...
ketika itu saya memiliki janji makan bersama dnegan teman sekamar saya, namun kami bertemu di baso favorit, karena dia harus ke panti anak jumat siang.
hari itu terlihat cerah, dan sedikit berawan. aneh biasanya saya keluar membawa payung kuning namun kali ini tidak.
pikiran tanpa sebab, ketakutan yang tidak jelas menyelimuti saya, jalan kaki dan tatapan mata saya seperti kosong. di benak saya cuma terfikirkan kenangan saya mengantarkan dia setelah sampai di kost lalu balik lagi ke baso favorit. kenangan di antara jalan kost tazkia dan harmony.
di sana saya ingin melupakan kenangan ini, melupakan dengan berjalan pelan2 namun pasti, ketika saya menyebrang jalan saya harus siap melupakan kenangan itu, namun teman sekamar saya belum muncul juga. saya terhenti di baso favorit dengan keputusan yang mengambang...
lalu saya menyadari akan hadirnya gerimis, waktu saya menunggu untuk menyebrangpun akhirnya di batalkan dengan mengambil payung di kost. kalo di artikan saya belum siap untuk melupakan kenangan ini..
lalu saya tidak menyadari, saya menyadari lebih jelas kejadian ini setelah hari sabtu.
ketika saya selesai mengambil payung dan balik menuju baso favorit saya sudah tidak memikirkan untuk melupakan kenangan itu, karena saya belum siap. saya jalan seperti biasa dan menyebrang juga, karena teman saya sudah menunggu di sebrang jalan..
klo di artikan ketika saya menyadari saya tidak bs melupakannya dan saya tidak terfikirkan untuk melupakannya lagi (jalan ke baso favorit) dan akhirnya melupakannya (menyebrang karena ada temen). ya saya harus melupakannya.
saya harus melupakannya dalam keadaan saya belum siap melupakannya dan ketika tidak akan terfikirkan klo saya harus melupakannya dalam waktu singkat ini..
saya tidak tau kenapa saya selalu menyambung2kan kehidupan saya dengan aspek di pikiran saya sebagai filosofi. yang pasti sekarang saya memang seharusnya tidak memikirkan dia lagi..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar