setiap manusia ditakdirkan untuk menyukai seseorang. antara pria dengan wanita. bukan pria dengan pria atau sebaliknya wanita dengan wanita. manusia juga memiliki masa labil, dimana dia berjalan sesuai kehendak dia, bukan apa yang Tuhan mau :)
saya bertanya kepada seseorang. namanya ka huda. dia angkatan 44 HPT. saya bertanya bagaimana pacaran beda agama. jawaban dia adalah wajar-wajar aja, pacaran kan gres? bkn nikah.. iya pacaran kak. gak tau klo berlanjut ke pernikahan apa gak, kalo gak berlanjut pasti putus ditengah jalan. putus kan sakit kak, knp ada aja org yang mengambil langkah seperti itu. Ka huda jawab ya namanya juga labil gres, dia mau dengan kemauannya dia sendiri, dia belum layak dikatakan dewasa. karena mungkin masa-masa labil bukan ditentukan oleh umur, fisikly bisa saja orang kuliah itu dikatakan dewasa, tapi kebanyakan mereka memiliki mental yang belum siap untuk beranjak dewasa. kaka juga pernah labil masa SMA 1.5 tahun pacaran, tapi labilnya kaka sekarang mencari calon istri. dari pacaran itu kaka tau gres knp agama nyuruh umatnya untuk tidak mengenal kata pacaran.
melihat kejadian itu pasti orang seholly apapun pernah merasakan ketertarikannya dengan beda agama. saya tidak mau melihat orang lain. contohnya saya, masa SMA saya merupakan masa ababil saya. saya menyukai pria yang berbeda agama. namun kami saling berkomitment untuk tidak berpacaran. karena banyak resiko yang dijalani, entah orang tua, keturunan kita dan agama. ya agama tidak bs disingkirkan.
seperti lagunya peri cintaku
harus pergi walapun cinta tidak pergi, namun cinta itu akan tergantikan oleh cinta sejati yaitu pasangan yang telah ditetapkan oleh sang pencipta :D
Bersyukur kenal Tuhan sehingga saya tidak mengalami hal seperti itu, yaitu pacaran beda agama
sekian :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar