langkah yang tidak tentu diiringi dengan rasa dendam, ego, nafsu akan dunia ini.
pondasi yang tidak begitu kuat membawa aku sampai ke titik ini, titik dimana aku tidak pernah terpikirkan.
kemana aku yang dahulu.
satu demi satu album foto dibuka, senyum, pancaran matanya, kebahasiaan yang dipancarkan begitu murni berbeda dengan album foto saat ini, penuh dengan ambisius, rasa kecewa.
aku? siapakah aku sekarang?
kemanakah aku yang dahulu?
dendam.. kenapa kau begitu kuat melekat? kenapa kau tolehkan luka begitu dalam diri ini, hingga tetesan mata selalu menyertai rasa dendam itu.
ego.. sejak kapan kau hadir di diri ini, sejak kapan kau menguasai diri aku? knp aku gak sadar kau selama ini yang memimpin kehendakku. hingga aku menjadi keras kepala dan tidak memikirkan orang lain?
aku malu, malu kepada mereka yang memiliki pondasi kuat, malu karena aku melangkah bukan maju tetapi menyimpang...
bisa kah aku kembali ke aku yang dahulu?
bisakah aku mengiklaskan semua yang terjadi di dalam diri aku.
rohaniku, penelitianku, keluargaku, masa laluku, masa ini....
akankah niat itu muncul? kapan aku berubah? bisakan aku?
mungkin tangisan terjadi bukan karena niat berubah. mungkin terjadi karena mengasihani diri sendiri. mengasihani kenapa aku gak bs seperti mereka.
apa yang harus aku lakukan?
berdoa.. aku rasa aku terlalu sebentar untuk berdoa, kemana cinta mula2 aku yang berdoa dengan sepenuh hati, bukan karena kewajiban.
kemanakah aku yang dahulu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar