Selasa, 04 Maret 2014

sepenggal kisah..

malam ini aku termenung akan suatu kisah yang terjadi dalam hidupku, kisah dimana aku bangkit dari kesalahan menuju kesalahan berikutnya....

"bagaimanakah jika aku mengambil jalan yang lain?" pikirnya dalam hati

lalu kenangan itu pun muncul, ketika sahabat menyemangati saya dengan berbagai cara. aku pun ragu dengan salah satu di antara mereka...

sepenggal cerita aku dan dia telah berteman cukup akrab, kami dengan santainya bercerita masalah pribadi lepas pribadi, bahkan dia orang ke dua yang turut andil dalam keputusan yang sudah aku tempuh..
aku teringat ketika dia meminta aku untuk tegas menghadapi kenyataan, berbagai cara dia ambil termasuk merobek tulisan tangan dia dan menghapus pin BB dia, dia yang merobek dan dia yang menghapus, aku hanya diam dan pasrah. karena menurutku itu jalan satu2nya supaya aku lepas dari dia, lepas dari setiap kenangan yang ada. dan terutama lepas dari rasa ketergantungan aku padanya.
paska kejadian itu aku pun masih ingat dengan jelas, tubuh aku menolak tindakan aku dengan tidak dapat menerima asupan makanan dalam tubuhku, aku muntah berkali2 dan dia menjaga aku hingga membelikan makanan, karena makanan yang dimakan sudah dikeluarkan lagi...
kontak bb yang telah di hapus pun sempat di add kembali olehnya, namun aku menunggu dia untuk menerima respon, tanpa pikir panjang dia pun mengambil hp aku dan menghapus permintaannyaa...

aku tau itu jawaban yang pasti karena jika kami masih berteman dari masing-masing pribadi punya ego yang kuat. ya itulah anak pertama..

hubungan aku pun masih berlanjut dalam persahabatan, dia dengan senang hati membantu aku dan kita terlihat seperti adik kaka, namun ketika satu perkataan aku yang membuat dia berubah, entah kenapa dia bisa berubah karena kata aku itu?
aku hanya meminta jangan memberikan kado ulang tahun....
dia berubah ketika menerima pernyataan itu, apakah persahabatan kami salah? apakah yang dia pikirkan ketika aku berbicara seperti itu? kenyataan yang tidak mungkin adalah dia menyukai aku? dia amat menyukai W sepengetahuan aku, selama kami bersama, dia selalu meminta aku untuk mengirimkan salam kepada W, tapi kenapa dia berubah?

inikah kesalahan aku? sampai sekarang aku masih berpikir, mengapa dia bisa seperti itu

sekian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar